Tampilkan postingan dengan label Apache. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apache. Tampilkan semua postingan

Mengaktifkan .htaccess Apache di Linux Ubuntu


Terkadang kita mengalami masalah ketika mengakses website atau aplikasi web kita yang baru di upload di server linux muncul pesan Not Found. mungkin hal tersebut dikarenakan fitur .htaccess di server apache linux belum di aktifkan, dan  .htaccess (hypertext access) file adalah sebuah directory-level configuration file, yang dapat digunakan pada beberapa jenis web server, salah satunya ialah Apache. File .htaccess sendiri biasa digunakan untuk berbagai keperluan seperti mengalihkan URL (URL Redirection), pemendekan URL (URL Shortening), Access Security Control (untuk beberapa halaman web dan file yang berbeda), dan berbegai penggunaan lainnya.


Langsung saja berikut ini tutotial untuk mengaktifkan .htaccess Apache server di ubuntu sever 16.04 LTS, disini saya menggunakan linux ubuntu server dan apache sebagai webservernya. untuk teman-teman yang menggunakan distro linux lainnya juga bisa mengikuti tutorial ini.

Cara Mengaktifkan .htaccess apache di linux ubuntu 16.04 LTS

1. Buka file apache2.conf dengan mengektikkan perintah di bawah pada terminal anda :
  sudo nano /etc/apache2/apache2.conf

2. Cari line/baris dengan script "AccessFileName .htaccess", apabila ada tanda (#) didepannya silahkan dihapus.

3.  Kemudian temukan line /baris dengan script seperti dibawah ini:
<Directory /var/www/>
     Options Indexes FollowSymLinks
     AllowOverride None
     Require all granted
</Directory> 

ganti " None " ke " All "
AllowOverride All

4. Selanjutnya, coba check pada file 000-default.conf  pada " /etc/apache2/sites-available/000-default.conf ", dengan memasukkan perintah :
sudo nano /etc/apache2/sites-available/000-default.conf

5. Kemudian lakukan hal yang sama seperti pada langkah ke tiga pada file 000-default.conf tersebut.
(ket : Langkah 4 dan 5 dilakukan tergantung pada versi Ubuntu yang anda gunakan, pada Ubutnu 16.04 seperti yang saya gunakan sendiri tidak perlu melakukan langkah nomor 4 dan 5 ).

6. Selanjutnya aktifkan ModRewrite dengan mengetikkan perintah :
sudo a2enmod rewrite

7. Terakhir restart service apache dengan perintah :
sudo service apache2 restart

8. Dan silakan coba gunakan .htaccess pada aplikasi web di web server anda.

Demikianlah tutorial mengenai cara mengaktifkan .htaccess Apache pada Ubuntu.  Semoga tutorial kali ini dapat bermanfaat bagi anda yang membutuhkan.

Apabila anda memiliki pertanyaan, kritik, atau saran, silakan untuk jangan ragu menyampaikannya melalui kolom komentar di bawah.

Terimakasih 

Mengaktifkan mod_rewrite apache2 2.4 di Ubuntu 14.04 LTS

Pernahkan anda mengalami masalah ketika mengupload project web di server yang baru misal anda upload di VPS dengan system operasi linux ubuntu server dan ketika di akses hanya menampilkan halaman depan saja dan semua menu/fungsi di web anda tidak berjalan. itu mungkin anda belum mengaktifkan mod_rewrite untuk htaccses nya di apache server anda.

Installasi Apache Webserver di Ubuntu 14.04 LTS secara default menggunakan apache2.4 sedangkan di Ubuntu 12.04 LTS menggunakan apache2.2. dan di versi baru ini configurasinya juga berbeda.

Langsung saja untuk mengaktifkan mod_rewrite login ke server anda;

sudo a2enmod rewrite

Restart apache anda

service apache2 restart

kemudian edit default Virtualhost di ;

sudo nano /etc/apache2/site-available/000-default.conf

cari tulisan "DocumentRoot /var/www/html" dan copykan berikut ini di bawah nya

<Directory "/var/www/html">
    AllowOverride All
</Directory> 

simpan dengan CTRL+x, Y, dan ENTER

kemudian restart lagi apache servicenya

service apache2 restart

dan anda bisa cek mod_rewrite nya di info.php



demikian cara mengaktifkan mod_rewrite di apache webserver, berikutnya saya akan post cara membuat vhost (virtual host) di apache webserver

Nginx VS Apache

Apa itu sih Nginx maupun Apache???

Nginx yang dibaca “engine x” maupun Apache merupakan web server yang sekarang ini banyak digunakan untuk memenuhi layanan internet.
dan apakah itu web server??

Web Server merupakan salah satu layanan Internet yang mampu melayani koneksi transfer data dalam protocol HTTP ( Hypertext Transfer Protocol ). Web server saat ini merupakan inti dari server – server di internet selain FTP, Mail Server dan lainnya. Web Server saat ini telah dirancang untuk dapat melayani beragam jenis data, mulai dari Teks, Gambar, Suara, Video dan lain sebagainya. Web Server pada umumnya melayani data dalam bentuk HTML ( Hypertext Markup Language ). Dari file HTML ini kemudian dapat dikaitkan ke file HTML lainnya, ke file gambar dan file yang lainnya.
Sebenarnya, tanpa menggunakan Web server pun kita sudah dapat menjalankan file HTML, hanya saja file HTML tersebut hanya dapat di lihat di komputer kita sendiri. Maka dari itu kita membutuhkan suatu Aplikasi Server yang dapat membagikan atau mempublikasikan file – file HTML ( Web ) kita agar komputer lain dapat melihat file HTML ( Web ) kita. Tapi itu semuanya masih merupakan Aplikasi Web Statis, artinya informasi yang berada di Web kita hanya bersifat statis alias tidak dapat berubah – ubah dan tidak dapat berinteraksi dengan user yang membuka Web kita. Untuk itu di Aplikasi Server kita harus di Install juga Aplikasi Server Side dan juga Database Server. Dengan adanya Web Server yang sudah lengkap dengan Aplikasi Server side serta Database server, Aplikasi Web kita akan dapat berinteraksi dengan pengunjung sehingga Aplikasi Web kita akan terkesan lebih Dinamis.

Terdapat beberapa aplikasi Web Server yang semuanya mempunyao kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut ini merupakan aplikasi-aplikasi web server :
1.    Apache Web Server – The HTTP Web Server
2.    Apache Tomcat
3.    Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)
4.    Lighttpd
5.    Nginx
6.    Jigsaw
7.    Sun Java System Web Server
8.    Xitami Web Server
9.    Zeus Web Server


Dan dari beberapa jenis web server di atas yang akan saya uraikan kelebihan dan kekuranganya adalah web server Apache dan Nginx saja, untuk yang lainya bisa di googling sendiri,..

Nginx, yang dibaca “engine x” memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan Apache. Chris Lea ketika di WordCamp SF 2008 pernah menganalogikan, Apache itu bagaikan Microsoft Word, memiliki jutaan fungsi tetapi Anda hanya butuh 6. Nginx melakukan 6 hal itu, dan dia melakukannya 50 kali lebih cepat daripada Apache.

Nginx biasanya dikenal sebagai Web server yang gesit dan efisien dalam menampilkan konten statik. Nginx diklaim minim dalam penggunaan memori dan sangat direkomendasikan untuk website-website yang berjalan di atas VPS. Untuk mengenal lebih dekat, marilah kita telaah bersama-sama alasan nginx bisa berlari lebih kencang.

Arsitektur

Pertama kita harus tahu perbedaan arsitektur antara dua Web server ini. Apache merupakan process-based sedangkan Nginx merupakan event-based. Mungkin pertanyaan Anda berikutnya adalah “Lalu memangnya kenapa kalau arsitektur Nginx event-based?” Dikarenakan event-based mampu memanfaatkan seminimal mungkin thread untuk memproses request dari user, sehingga memori yang terpakai di Nginx menjadi minimal. Karena memori yang dipakai sangat kecil, hasilnya server menjadi ringan dan jauh lebih responsif.

Penulis tahu penjelasan tadi tidak banyak membantu. Oleh karena itu, mari kita mengambil sebuah analogi. Analogi ini terinspirasi dari Web daverecycles.com. Anggap Web Server adalah sebuah restoran yang menerima orderan lewat telepon. Ketika user mengakses halaman Web, maka analoginya adalah seseorang menelepon ke restoran untuk memesan makanan.
Ceritanya terdapat dua buah restoran terkenal yaitu restoran Apache dan restoran Nginx. Di restoran Apache ketika seseorang menelepon untuk memesan makanan, maka operator akan mengangkat telepon, mencatat pesanan dan menunggu makanan siap sambil terus mengangkat telepon. Ketika makanan siap baru memberitahukan ke pelanggan dan menutup telepon. Kalau ada orang lain yang menelepon, maka diperlukan operator lain yang mengangkat. Jadi kalau dalam satu waktu ada 10 orang yang menelepon, maka diperlukan 10 operator untuk melayani.
Berbeda dengan restoran Nginx. Di restoran ini, sang operator lebih terlatih dan terdidik. Ketika seseorang memesan makanan, sang operator akan mencatatnya, lalu menutup telepon. Setelah makanan sudah siap, baru menelepon kembali ke pelanggan. Jadi sang operator bisa melayani beberapa pesanan sekaligus.

Pada cerita di atas, operator telepon merupakan analogi dari “thread”. Thread-lah yang biasanya menghabiskan memori. Jadi semakin banyak thread yang terpakai, semakin banyak memori yang terkuras. Itu sebabnya Apache tidak akan mengalami masalah selama hanya sedikit orang yang mengaksesnya. Tetapi baru akan menjadi berat dan lambat kalau sudah banyak orang mengaksesnys sekaligus.

Kira-kira sampai sejauh manakah kemampuan Nginx menghemat memori dibandingkan dengan Apache? Bob Ippolito memiliki pengalaman. Dia memiliki sebuah server untuk menangani sepuluh juta request per hari, yang berarti beberapa ratus request per detik. Ketika menggunakan Nginx (setelah berbagai konfigurasi dan tweak), puncak tertinggi penggunaan memori hanya 15MB dan 10% CPU. Dengan beban yang sama, dijalankan pada Apache ternyata Apache gagal akibat menjalankan terlalu banyak thread. Jumlah memori yang terpakai juga adalah 400MB untuk semua stack thread. Dan bahkan terjadi memory leak sekitar 20MB setiap jamnya.

Tetapi kalau menyangkut masalah popularitas dan jumlah pengguna, maka Nginx memang belum bisa menandingi Apache. Jumlah hosting di Indonesia yang menyediakan server Nginx sendiri tidak terlalu banyak. Lagipula Apache begitu mendominasi di dunia Internet. Pada tahun 2009 saja, Apache sudah menembus 100 juta website. Dan per bulan Januari 2012, 58% dari selurh website di dunia menggunakan Apache.

Walau posisi Apache sulit tergeser, ternyata Nginx juga tidak berpangku tangan. Jumlah Web yang menggunakan Nginx pada awal tahun 2011 adalah 15 juta, dan per bulan November 2011 sudah mencapai 43 juta. Itu artinya peningkatan 300%! Itu membuktikan Nginx mulai cukup populer.

refrensi; http://www.computesta.com/blog/

Pemrograman

More »

Networking

More »